Pembatja, berikut coba saya tuliskan mengenai buku yang baru saja saya beli berupa terjemahan arab ke Indonesia. Sebelumnya saya juga akan mengurai sedikit mengenai kesalahan historis (yang disengaja) terhadap penulisan nama-nama penulis muslim oleh orang-orang Barat (Eropa).
Saya coba menyebut contoh yang hingga kini telah baku seperti Averoes untuk Ibn Rusyd (LC: Ibn Rushd), Razez (al-Razi), Avicena (Ibnu Sina), al-Gazel (al-Ghazali), al-Farabus (al-Farabi?), al-Kindus (al-Kindi?). Nama-nama mereka cukup dikenal karena karya-karya mereka dikaji dan dikembangkan. Sebagai contoh Kitab Canon Ibnu Sina menjadi kitab rujukan kedokteran utama di Eropa cukup lama (abad Reinasance), dan masih ada buku-buku lainnya.
Kemudian, sebagai azaz pembuktian bahwa mereka telah salah dalam menggunakan nama-nama tersebut, telah banyak ditulis buku-buku baik karya dari kalangan sendiri (muslim) maupun karya-karya dari orang luar (Barat). Bisa disebutkan misalnya buku Poeradisastra, yang mengetengahkan mengenai Sumbangan Islam kepada Sains Modern di Eropa. Sutan Takdir (editor) menulis mengenai andil Islam kepada peradaban barat, penulis dari Barat seperti Mehdi Nakosteen, menulis tentang tradisi ilmiah kaum muslim abad keemasannya (s.d. 1258 M) abad ke-13. Atau Howard Turner yang menulis mengenai keunggulan sains Islam. Apa yang dapat diinformasikan adalah bahwa mereka (cendikiawan muslim) ditulis dengan tulisan aslinya berupa nama familier mereka di dunia Islam.
Kembali disini saya contohkan, bahwa kesalahan yang dilakukan juga dapat terjadi pada kita, saya pernah mendapat informasi (salah?) bahwa kata George dalam aksara arab ditulis dengan huruf jim, wau (disukun) ra' dan jim. Tetapi pelafalan menjadi Jurji, maka kita mengenal nama seperti Jurji Zaydan (penulis buku sejarah Fajr al-Islam). Beberapa waktu lalu saya membeli buku terjemahan karangan Yusuf al-Qardhawi berjudul Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Islam tebitan 'Izzan Pustaka, tahun terbit 2003 (tanggal pembelian awal September 2007). Disini saya bukan mengkritik buku tersebut, akan tetapi ada hal menarik yang dapat dihubungkan dengan tulisan ini. Diantaranya mengenai pengalihan penulisan nama dari bahasa Arab ke Latin dari nama-nama pengarang Barat oleh penterjemah. Muncul nama-nama seperti Maksam Rodonson, Prof. Berivolt, Lopend, Blue Tark (disebut sejarawan Yunani), Rogeh Garode. Penulis hanya dapat tau' Maxime Rodinson (penulis Muhammad- a Biography), Roger Garaudy (seorang mu'allaf? ada buku yangmenulis tentang Roger Garaudy, Pergulatan mencari Islam: oleh Muhsin al-Mayli karya terj. penerit Mizan, tahun 1996), atau mungkin Plato? untuk Blue Tark karena Plato ditulis dengan huruf awal [Ba] bukan [fa'] berturut-turt [lam] dan huruf [tha] dan terakhir [wau]. Secara keseluruhan buku ini amat baik, terjemahannya enak dibaca, tulisan yang sangat bagus untuk mengkritik Karl Mark, dan Augus Comte. Ketelitian sepertinya sudah dilakukan, nama-nama yang salah ini hanya segelintir tapi saya bermaksud untuk memberikan gambaran obyektif mengenai kesalahan penulisan, membuka diri terhdap Barat tidak buruk, sebagaimana Dr. Yusuf Qardawi yang mau mengutip perkataan Santo Agustinus (Saint Agustine) dalam buku ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar